JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membasmi sekitar 10 ton ikan sapu-sapu di berbagai perairan ibu kota baru-baru ini sebagai upaya menekan populasi spesies invasif yang kian mengkhawatirkan.
Namun, langkah penangkapan masif ini justru menunjukkan betapa lemahnya pengawasan ekosistem sungai selama ini hingga populasi ikan tersebut meledak tak terkendali.
Meskipun pemprov juga mulai mengedukasi para penjual, tindakan reaktif ini dinilai kurang efektif jika tidak dibarengi dengan sanksi tegas bagi warga yang masih membuang ikan invasif ke saluran air.
Tanpa strategi pemulihan ekosistem yang lebih komprehensif, pembersihan 10 ton ikan sapu-sapu ini dikhawatirkan hanya menjadi agenda rutin yang menguras anggaran tanpa menyelesaikan akar permasalahan lingkungan.





