JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Pilot Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (Bus H2 DDF) di sepanjang Koridor Hijau Jakarta-Patimban sejauh 194 kilometer untuk menekan emisi karbon di sektor logistik dan transportasi pada pekan ini.
Namun, proyek ambisius ini memicu kritik tajam terkait penggunaan teknologi dual fuel yang dinilai masih setengah hati karena operasionalnya nyatanya masih sangat bergantung pada pasokan solar.
Selain ketergantungan fosil, kesiapan infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen di sepanjang jalur 194 km tersebut masih menjadi tanda tanya besar mengingat tingginya biaya investasi stasiun pengisian yang belum tersedia secara masif.
Publik kini meragukan apakah koridor hijau ini akan menjadi solusi transisi yang berkelanjutan atau sekadar proyek seremonial mahal yang sulit direplikasi tanpa peta jalan ekosistem energi bersih yang matang dari hulu ke hilir.





