BNPP Ajak Mahasiswa Unhan Bangun Perbatasan: Efektif atau Simbolis?

Mahasiswa Politeknik Unhan Ben Mboi saat mengikuti sosialisasi program MENYALA dari BNPP RI di perbatasan Belu, NTT. (Foto: RSS)

BELU – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggandeng mahasiswa Politeknik Unhan Ben Mboi di Kabupaten Belu melalui program MENYALA guna memperkuat peran strategis pemuda dalam pembangunan wilayah perbatasan Indonesia pada pekan ini.

Meskipun program ini diklaim sebagai terobosan, publik patut mengkritisi apakah pelibatan mahasiswa ini merupakan solusi jangka panjang atau sekadar upaya menutupi lambannya kinerja pemerintah dalam pemerataan infrastruktur di beranda terdepan.

Ketergantungan pada institusi pendidikan untuk mengelola isu kedaulatan dan ekonomi perbatasan dikhawatirkan hanya menjadi beban akademis tanpa dukungan pendanaan negara yang memadai untuk eksekusi nyata di lapangan.

Efektivitas program MENYALA kini dipertanyakan, terutama dalam memberikan dampak konkret bagi masyarakat lokal yang selama ini masih terjebak dalam keterisolasian dan ketimpangan sosial dibanding wilayah perkotaan.