NEW YORK – Argentina dipastikan akan menantang Inggris pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat setelah kedua negara sukses menyingkirkan lawan-lawan tangguh mereka di babak perempat final.
Pertarungan klasik ini dipastikan membawa beban sejarah yang berat, menghidupkan kembali hantu ‘Tangan Tuhan’ Maradona tahun 1986 serta drama kartu merah David Beckham di Prancis 1998 yang masih membekas hingga kini.
Sangat kritis untuk melihat bagaimana narasi media cenderung mengeksploitasi luka lama ini demi sensasi, yang justru berisiko menutupi kualitas taktis dan teknis permainan modern yang seharusnya menjadi sorotan utama di lapangan.
Dunia kini menanti apakah laga ini akan menjadi panggung sportivitas murni atau justru kembali terdegradasi menjadi sekadar ajang pelampiasan dendam sejarah yang melelahkan bagi perkembangan sepak bola dunia.





