WASHINGTON – Gedung Putih secara resmi meminta OpenAI untuk membatasi peluncuran model kecerdasan buatan terbaru GPT 5.6 hanya kepada mitra tertentu di Washington guna mengendalikan laju perkembangan teknologi AI yang dinilai terlalu cepat dan berisiko bagi stabilitas keamanan.
Langkah ini diambil pemerintah Amerika Serikat untuk memastikan adanya pengawasan ketat sebelum teknologi tersebut dilepas sepenuhnya ke publik agar tidak menimbulkan disrupsi yang tidak terkendali.
Kebijakan pembatasan ini mencerminkan ketakutan mendalam otoritas terhadap ketidaksiapan regulasi dalam menghadapi lompatan teknologi yang eksponensial dan sulit diprediksi.
Namun, keputusan tersebut memicu kritik tajam karena dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah yang berpotensi menghambat inovasi global serta mencederai prinsip transparansi dalam pengembangan teknologi masa depan.
Banyak pihak mempertanyakan apakah langkah ini murni untuk keselamatan publik atau sekadar upaya kontrol politik yang mengekang kemajuan industri teknologi secara sepihak.




