Dampak Kritis Konflik Timur Tengah Terhadap Stabilitas Ekonomi Indonesia

Ilustrasi ketegangan di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak mentah global dan menekan ekonomi nasional. (Foto: RSS)

JAKARTA – Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, mulai mengancam stabilitas ekonomi Indonesia seiring melonjaknya harga minyak dunia dan ketidakpastian pasar keuangan global pada pekan ini.

Kenaikan harga minyak mentah yang tidak terkendali ini dikhawatirkan akan langsung membebani postur APBN melalui pembengkakan subsidi energi yang sangat signifikan dan berisiko memperlebar defisit anggaran.

Selain itu, pelemahan nilai tukar Rupiah akibat sentimen negatif investor global diprediksi akan memicu lonjakan inflasi barang impor yang berpotensi melumpuhkan daya beli masyarakat dalam waktu dekat.

Pemerintah dituntut untuk tidak hanya bersikap pasif memantau situasi, melainkan harus segera merumuskan kebijakan mitigasi yang tegas guna melindungi sektor riil dari dampak domino krisis energi dunia tersebut.