MEDAN – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara tegas menginstruksikan perusahaan untuk menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar belakang pendidikan mereka saat meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin, Medan, Rabu (22/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons kritis terhadap banyaknya praktik magang yang melenceng, di mana peserta seringkali hanya dijadikan tenaga administratif tambahan yang tidak relevan dengan bidang keahliannya.
Tanpa kesesuaian antara tugas dan pendidikan, program magang dikhawatirkan hanya menjadi formalitas belaka yang gagal mengoptimalkan potensi peserta serta tidak mampu menjawab tantangan kebutuhan industri di masa depan.
Menaker menegaskan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja sangat krusial agar proses pembelajaran berjalan efektif dan mampu mencetak sumber daya manusia yang benar-benar siap kerja secara profesional.





