ADDIS ABABA – Konflik berdarah antara pemerintah Ethiopia dan pemberontak di wilayah Tigray kini semakin memanas dan mengancam stabilitas kawasan Tanduk Afrika setelah melibatkan intervensi berbagai kekuatan asing secara terang-terangan.
Krisis ini bukan lagi sekadar urusan domestik, melainkan telah menyeret negara-negara seperti Eritrea, Mesir, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi ke dalam pusaran konflik yang sangat destruktif.
Keterlibatan aktor luar ini justru memperburuk situasi kemanusiaan dan menutup ruang dialog damai, demi memenuhi ambisi geopolitik serta perebutan pengaruh masing-masing negara di wilayah strategis tersebut.
Kegagalan komunitas internasional dalam meredam ambisi militeristik ini dikhawatirkan akan memicu ledakan perang regional yang jauh lebih luas dan mematikan bagi jutaan warga sipil di masa depan.


