BALI – Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Bambang Wibawarta, menghadiri upacara sakral Tawur Agung Manca Wali Krama di Bali baru-baru ini sebagai upaya menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan keberagaman di tengah arus modernisasi global.
Kehadiran pejabat tinggi kementerian ini di tengah ritual keagamaan Hindu tersebut dipandang banyak pihak sebagai langkah simbolis pemerintah dalam merangkul tradisi lokal sebagai fondasi identitas nasional.
Namun, keterlibatan formalitas dalam seremoni besar seperti ini sering kali memicu pertanyaan kritis mengenai sejauh mana efektivitas kebijakan pemerintah dalam melindungi situs-situs suci dari ancaman eksploitasi pariwisata yang kian masif.
Publik menanti apakah retorika pelestarian budaya ini akan diikuti dengan komitmen politik yang nyata, mengingat tantangan pelestarian sejati di Bali bukan sekadar kehadiran di upacara, melainkan perlindungan ekosistem budaya dari degradasi lingkungan dan komodifikasi yang berlebihan.





