SAMARINDA – Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda menggelar pelatihan penanggulangan keadaan darurat pada pekan ini guna menguji kesiapan personel dan prosedur keselamatan di area bandara.
Meskipun langkah ini diklaim sebagai upaya pemenuhan standar regulasi, publik patut mengkritisi apakah simulasi periodik tersebut benar-benar mencerminkan kesiapan lapangan yang sesungguhnya atau sekadar pemenuhan kewajiban administratif operasional belaka.
Keandalan koordinasi antar-instansi dalam menghadapi krisis penerbangan di Kalimantan Timur ini masih menyisakan keraguan, terutama terkait kecepatan respons dan kecukupan alat pendukung keselamatan yang seringkali luput dari pengawasan ketat pasca-pelatihan.
Kementerian Perhubungan dituntut untuk membuktikan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas tanpa evaluasi mendalam terhadap kelemahan infrastruktur yang dapat mengancam keselamatan ribuan penumpang setiap harinya.




