LAMPUNG – Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang dinyatakan hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, setelah upaya penyisiran selama periode tanggap darurat tidak membuahkan hasil.
Langkah penghentian ini diambil berdasarkan prosedur standar operasi, namun otoritas memastikan bahwa pencarian akan kembali dibuka sewaktu-waktu jika ditemukan petunjuk baru atau bukti fisik keberadaan korban di lokasi tersebut.
Keputusan ini menuai kritik tajam karena dianggap mencerminkan lemahnya komitmen perlindungan serta minimnya mitigasi risiko bagi awak media yang bertaruh nyawa melakukan peliputan di zona bahaya tanpa pengawalan ketat.
Tragedi hilangnya para jurnalis ini menjadi catatan kelam yang mempertanyakan tanggung jawab perusahaan media serta efektivitas koordinasi antarlembaga dalam menjamin keselamatan pekerja pers di wilayah rawan bencana.





