BANDAR LAMPUNG – Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dinyatakan hilang di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Kamis (17/9).
Keputusan penghentian ini diambil setelah upaya penyisiran intensif selama sepuluh hari tidak memberikan titik terang mengenai keberadaan para korban.
Penghentian operasi ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak yang mempertanyakan sejauh mana upaya maksimal telah dikerahkan di tengah medan yang menantang.
Langkah ini dinilai terlalu prematur mengingat pentingnya kepastian nasib bagi para pekerja media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di area berisiko tinggi tersebut.
Ketiadaan hasil nyata setelah sepuluh hari pencarian mencerminkan adanya celah besar dalam sistem mitigasi dan respons darurat di wilayah perairan aktif.
Pemerintah kini dituntut untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan agar nyawa jurnalis dan pekerja lapangan lainnya tidak sekadar berakhir dalam catatan penghentian operasi tanpa kejelasan.





