TERNATE – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate mengerahkan kekuatan penuh baik unsur udara maupun laut guna menyisir keberadaan korban tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 di perairan Maluku Utara pada pekan ini.
Langkah darurat ini diambil setelah insiden tragis tersebut memicu sorotan tajam publik mengenai lemahnya pengawasan standar keselamatan transportasi laut di wilayah timur Indonesia.
Dalam operasi gabungan tersebut, tim pencari membagi area pencarian menjadi empat sektor utama dengan total luas wilayah yang disisir mencapai sekitar 5.600 nautical mile persegi.
Namun, luasnya cakupan wilayah ini menjadi tantangan berat yang menuntut efektivitas koordinasi antar lembaga agar waktu krusial penyelamatan tidak terbuang sia-sia akibat kendala teknis.
Pengerahan alutsista udara diharapkan mampu memberikan jangkauan pandang lebih luas di tengah kondisi cuaca yang sering kali tidak menentu.
Pemerintah dituntut tidak hanya fokus pada proses evakuasi, tetapi juga harus berani mengaudit kelayakan armada serta memperketat izin berlayar demi memutus rantai tragedi mematikan di perairan nasional.





