WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump secara kontroversial berencana mengirimkan 60.000 unit bom berkekuatan satu ton ke Israel di Washington baru-baru ini, sebuah langkah provokatif yang memicu gelombang kritik tajam karena dianggap memperkeruh kekerasan di tengah meningkatnya oposisi domestik terhadap penjualan senjata.
Keputusan untuk memasok amunisi dengan daya ledak masif ini mencerminkan pengabaian total terhadap dampak kemanusiaan yang mengerikan di wilayah konflik demi memperkuat militerisme Israel.
Kebijakan tersebut dinilai sangat berbahaya karena secara terang-terangan mengabaikan tekanan dari berbagai pihak di Washington yang menuntut penghentian pasokan senjata untuk mencegah eskalasi perang yang lebih luas.
Langkah gegabah ini dipandang hanya akan memperpanjang penderitaan warga sipil dan semakin memperburuk ketidakstabilan geopolitik yang sudah sangat rapuh di kawasan Timur Tengah.


