NEW DELHI – Para pemimpin negara anggota BRICS, termasuk China, Rusia, dan India, dijadwalkan berkumpul di New Delhi pada akhir pekan ini guna memperkuat posisi tawar blok tersebut terhadap dominasi Barat.
Pertemuan ini berlangsung di tengah bayang-bayang perang berkepanjangan dan lonjakan harga energi dunia yang secara nyata mengancam kohesi internal organisasi tersebut.
Alih-alih menjadi aliansi yang solid, BRICS kini tampak lebih menyerupai panggung ambisi masing-masing negara yang seringkali saling bertolak belakang kepentingannya secara geopolitik.
Retorika persatuan yang digaungkan dalam KTT ini sulit menutupi fakta bahwa konflik kepentingan antar anggota tetap menjadi bom waktu yang bisa menggagalkan stabilitas ekonomi mereka sendiri.

