SAMARINDA – Meskipun volume air di Bendungan Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, dilaporkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV masih mampu memenuhi kebutuhan air baku masyarakat pada pekan ini, status bendungan yang mulai mendekati ambang kekeringan memicu kekhawatiran besar terkait ketahanan krisis air jangka panjang di wilayah tersebut.
BWS Kalimantan IV Samarinda menegaskan bahwa pasokan untuk kebutuhan dasar penduduk masih dapat terjamin walaupun penurunan debit air kian menunjukkan tren yang signifikan akibat faktor cuaca.
Kondisi ini seharusnya menjadi sinyal merah bagi pemerintah setempat untuk tidak hanya berpangku tangan pada pernyataan aman sementara, mengingat ketergantungan tinggi masyarakat pada satu sumber air yang sangat rentan terdampak anomali iklim.
Tanpa langkah mitigasi konkret dan pencarian sumber air alternatif, risiko kelumpuhan distribusi air bersih di Samarinda tinggal menunggu waktu apabila kekeringan ekstrem benar-benar melanda.





