JAKARTA – Perum Bulog melakukan operasi pasar serentak di 113 titik di seluruh Indonesia, termasuk Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, guna meredam lonjakan harga pangan yang kian tak terkendali dan menghimpit daya beli masyarakat saat ini.
Langkah intervensi reaktif ini menuai kritik tajam karena dianggap hanya sebagai solusi kosmetik jangka pendek yang gagal menyentuh akar permasalahan carut-marutnya rantai distribusi pangan nasional.
Efektivitas penyebaran di ratusan titik tersebut diragukan mampu menjamin stabilitas harga secara berkelanjutan selama pemerintah tidak mampu melakukan pengawasan ketat terhadap spekulan di tingkat pasar induk.
Ketergantungan pada model operasi pasar temporer seperti ini justru mempertegas ketidakmampuan negara dalam mengelola kedaulatan stok pangan secara fundamental dan sistemik dari hulu hingga ke hilir.





