Trump Usul Nama Selat Hormuz Jadi ‘Selat Trump’, Pakar: Arogansi yang Berbahaya

Ilustrasi ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia. (Foto: RSS)

WASHINGTON – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu gelombang kritik internasional setelah mengklaim kendali penuh atas Selat Hormuz dan secara provokatif mengusulkan agar jalur maritim strategis tersebut diubah namanya menjadi ‘Selat Trump’ di tengah meningkatnya eskalasi militer dengan Iran.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk narsisme politik yang ekstrem dan pengabaian total terhadap hukum laut internasional serta kedaulatan wilayah negara lain demi branding pribadi yang dangkal.

Alih-alih menawarkan solusi diplomatik untuk meredakan tensi di jalur perdagangan energi dunia tersebut, usulan absurd ini justru memperkeruh stabilitas keamanan global dan memancing kemarahan pihak Teheran.

Klaim sepihak ini menunjukkan ketidakpedulian yang sangat mengkhawatirkan terhadap risiko konflik bersenjata yang bisa meledak sewaktu-waktu akibat retorika provokatif yang tidak berdasar pada realitas geopolitik.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!