BI dan Kemenag Kaltim Dorong Ekonomi Pesantren: Mandiri atau Sekadar Wacana?

Upaya akselerasi kemandirian ekonomi pondok pesantren di Kalimantan Timur melalui kolaborasi BI dan Kemenag. (Foto: RSS)

SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Timur resmi mempercepat program akselerasi kemandirian ekonomi pondok pesantren di Samarinda guna memastikan lembaga pendidikan agama tersebut mampu berdikari secara finansial di tengah tantangan zaman.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mengubah paradigma pesantren yang selama ini sering dianggap hanya bergantung pada bantuan pemerintah atau donatur pihak ketiga demi keberlangsungan operasionalnya.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Kaltim, Muhammad Isnaini, menegaskan bahwa pengembangan unit usaha kini menjadi urgensi yang tidak bisa ditunda lagi bagi institusi keagamaan.
Namun, kritik muncul terkait kesiapan sumber daya manusia di internal pesantren yang seringkali belum memiliki kompetensi manajerial profesional untuk mengelola bisnis secara berkelanjutan dan kompetitif.

Program kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran seremonial atau pemberian modal awal yang berisiko mangkrak tanpa pendampingan teknis yang mendalam.
Tanpa pengawasan yang ketat dari BI, dikhawatirkan unit ekonomi pesantren akan sulit bersaing dengan pasar modern dan justru menjadi beban administratif tambahan bagi para pengasuh pondok.

Keberhasilan inisiatif ini akan diuji oleh sejauh mana akses pasar dan literasi keuangan dapat diserap oleh para santri dan pengelola pesantren di Kalimantan Timur.
Masyarakat kini menanti pembuktian nyata apakah sinergi ini mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh atau hanya sekadar pemanis dalam laporan kinerja instansi terkait.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!