JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan ambisinya untuk mengerahkan ratusan helikopter dan alat berat guna memitigasi bencana di Indonesia dengan mengandalkan dana hasil pemberantasan korupsi di Jakarta baru-baru ini.
Namun, janji pengadaan ratusan alutsista dan alat berat ini memicu tanda tanya besar terkait efisiensi anggaran dan efektivitas realisasi nyata di lapangan.
Ketergantungan pada dana hasil pemberantasan korupsi dinilai terlalu spekulatif dan tidak memberikan kepastian fiskal yang stabil bagi penanganan bencana yang bersifat mendesak.
Publik kini menanti apakah retorika besar mengenai penguatan mitigasi bencana ini akan benar-benar terwujud atau justru hanya menjadi beban anggaran baru bagi negara tanpa hasil yang terukur.




