LABUAN BAJO – PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, telah beroperasi normal kembali pada Jumat (16/8/2026) pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut sehari sebelumnya.
Meskipun pemulihan dilakukan secara cepat, langkah ini menimbulkan kritik mengenai sejauh mana ketangguhan infrastruktur energi nasional dalam menghadapi ancaman bencana tektonik yang terus berulang di wilayah NTT.
Hanya mengandalkan kecepatan pemulihan operasional tanpa adanya transparansi audit struktur bangunan pascagempa dinilai berisiko mengabaikan potensi kebocoran tangki yang dapat berdampak buruk bagi keselamatan warga dan lingkungan sekitar.
Pertamina kini dituntut untuk lebih serius dalam memperkuat standar mitigasi bencana jangka panjang daripada sekadar memberikan jaminan pasokan sementara di tengah kondisi geografis yang sangat rentan.




