SAMARINDA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur kini tengah berpacu dengan waktu mengintensifkan dukungan operasional bagi ribuan personel di lapangan guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda menjelang puncak musim kemarau bulan ini.
Langkah ini diambil sebagai respons mendesak mengingat risiko titik panas yang rutin menghantui wilayah Kaltim, namun pengerahan logistik yang baru dimaksimalkan saat ancaman di depan mata menuai kritik tajam.
Kesiapsiagaan masif bagi ribuan petugas dan relawan ini dinilai masih bersifat reaktif dan seremonial, seolah gagal belajar dari pola bencana tahunan yang terus berulang tanpa solusi pencegahan di level akar rumput.
Tanpa adanya pembenahan tata kelola lahan yang fundamental dan penindakan tegas, mobilisasi personel besar-besaran ini dikhawatirkan hanya menjadi beban anggaran yang tidak efektif dalam menekan angka emisi karbon secara signifikan.





