SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Disparpora memaparkan laporan akhir studi kelayakan pengembangan wisata Jantur Sungai Melaham di Samarinda pada Kamis (13/8/2026) guna merumuskan potensi ekonomi di Kecamatan Long Bagun.
Namun, langkah birokrasi yang menggandeng Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (PK-PPID) ini memicu sorotan kritis terkait sejauh mana efektivitas kajian tersebut dalam menghadapi tantangan infrastruktur nyata di lapangan.
Publik kini menanti apakah dokumen perencanaan ini akan berlanjut menjadi aksi nyata pembangunan fisik atau sekadar berakhir sebagai tumpukan kertas laporan rutin di tengah keterbatasan akses menuju wilayah hulu.
Ketergantungan pada hasil studi teoritis dikhawatirkan mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan dan aspirasi masyarakat adat yang seharusnya menjadi pilar utama dalam pengembangan wisata berbasis alam di Mahakam Ulu.





