JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa angka inflasi nasional pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen, sebuah capaian yang diklaim masih berada dalam rentang ideal di tengah fluktuasi ekonomi global saat ini.
Meski angka agregat terlihat stabil, klaim status ‘ideal’ ini patut dikritisi karena dinilai mengaburkan ketimpangan ekonomi yang terjadi secara nyata di tingkat akar rumput.
Kenyataannya, sejumlah pemerintah daerah mencatat lonjakan inflasi yang mengkhawatirkan hingga di atas 3,5 persen, yang secara langsung memukul daya beli masyarakat lokal secara signifikan.
Mendagri meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak terlena dan tetap waspada, mengingat tanpa intervensi distribusi yang konkret, angka statistik nasional ini gagal mencerminkan beban hidup rakyat di wilayah yang terdampak harga tinggi.





