Kritik Strategi Mendag Budi Santoso: Mampukah UMKM Tembus Rantai BRICS?

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menekankan pentingnya penguatan UMKM dalam rantai pasok global. (Foto: RSS)

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong penguatan akses pembiayaan, konektivitas, serta fasilitasi perdagangan bagi UMKM agar mampu menembus rantai nilai global melalui kerja sama strategis BRICS guna mewujudkan ekonomi inklusif di Jakarta, baru-baru ini.

Namun, ambisi besar membawa UMKM naik kelas ini dinilai berisiko menjadi sekadar retorika jika persoalan fundamental seperti tingginya biaya logistik dan rendahnya standarisasi produk domestik tidak segera dibenahi secara radikal oleh kementerian terkait.

Ketergantungan pada blok ekonomi BRICS juga memicu kekhawatiran bahwa pasar Indonesia justru akan semakin dibanjiri produk manufaktur asing yang lebih kompetitif, yang pada akhirnya berpotensi mematikan pelaku usaha kecil dan menengah di dalam negeri.

Pemerintah dituntut untuk tidak hanya menjual narasi diplomasi di panggung internasional, melainkan harus memberikan proteksi nyata dan pendampingan teknis agar UMKM benar-benar menjadi pemain aktif, bukan sekadar penonton di tengah arus perdagangan global.