Cuaca Panas Jakarta Ekstrem: Kritik Atas Minimnya Ruang Hijau Ibu Kota

Seorang warga menggunakan pelindung kepala untuk menghindari sengatan sinar matahari ekstrem di tengah kemarau panjang di Jakarta. (Foto: RSS)

JAKARTA – Warga Jakarta kini terpaksa melakukan berbagai upaya ekstrem untuk melindungi diri dari paparan cuaca panas menyengat akibat kombinasi musim kemarau dan fenomena El Nino yang melanda Ibu Kota belakangan ini.

Fenomena yang kerap dijuluki sebagai cuaca ‘neraka bocor’ tersebut mencerminkan betapa buruknya kondisi lingkungan perkotaan yang kian tidak ramah bagi pejalan kaki maupun pekerja luar ruangan.

Penggunaan berbagai atribut pelindung sebagai ‘jalan ninja’ warga menunjukkan bentuk adaptasi mandiri di tengah kegagalan pemerintah menyediakan ruang publik yang sejuk dan pepohonan peneduh yang memadai.

Kondisi memprihatinkan ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi otoritas terkait akan urgensi pembenahan tata kota dan penambahan ruang terbuka hijau guna memitigasi dampak krisis iklim yang semakin nyata.