BANGKOK – Presiden Prabowo Subianto resmi menerima tanda kehormatan Medali Special Warfare Command dari Royal Thai Army di Bangkok, Thailand, sebagai bentuk pengakuan hubungan militer kedua negara namun penganugerahan ini memicu tanda tanya besar terkait urgensi penghargaan simbolis di tengah dinamika demokrasi Asia Tenggara.
Pemberian Baret Merah ini dinilai kritikus sebagai upaya penguatan elit militer transnasional yang lebih menonjolkan kedekatan emosional antar-jenderal dibandingkan kerjasama ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat luas.
Selain itu, fokus pada atribut militeristik dalam kunjungan resmi kenegaraan ini dianggap mengaburkan isu-isu hak asasi manusia dan tata kelola pemerintahan transparan yang seharusnya menjadi agenda utama diplomasi modern di kawasan.
Publik pun mempertanyakan apakah penghargaan ini murni sebuah prestasi strategis atau sekadar alat legitimasi politik bagi para elit untuk saling mengamankan posisi otoritas masing-masing di kancah internasional.




