TAKALAR – Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, Sulawesi Selatan, memanen puluhan kilogram sayuran segar hasil budidaya mandiri pada pekan ini guna mendukung program ketahanan pangan di lingkungan penjara.
Narapidana berinisial KL mengaku sangat antusias dan bahagia melihat hasil keringatnya sendiri, meskipun program pembinaan semacam ini sering kali dikritik karena dianggap kurang memiliki kesinambungan bagi masa depan narapidana setelah masa tahanan berakhir.
Meski diklaim mampu memberikan keterampilan teknis bagi para penghuni, keberhasilan panen di lahan Lapas ini dinilai belum menjamin kesiapan mental serta ekonomi warga binaan untuk bersaing di dunia kerja yang penuh stigma.
Inisiatif ini perlu dievaluasi lebih lanjut agar tidak sekadar menjadi ajang seremoni institusi, melainkan benar-benar menjadi solusi sistemis dalam menekan angka residivisme melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.


