PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah resmi memulai konstruksi kawasan terpadu di Sub Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara baru-baru ini.
Langkah ini menandai masuknya aliran modal raksasa dari investor China dan Korea Selatan yang kini secara agresif berebut porsi kue proyek bernilai triliunan rupiah di jantung ibu kota baru tersebut.
Keterlibatan dominan investor asing ini memicu kritik tajam mengenai sejauh mana kemandirian ekonomi nasional dapat dipertahankan di tengah gempuran kepentingan luar negeri.
Ketergantungan pada pendanaan Tiongkok dan Korea dikhawatirkan bakal mempersempit ruang gerak pengusaha lokal serta mengancam kedaulatan pengelolaan aset strategis negara dalam jangka panjang.
Meskipun proyek ini menjanjikan percepatan infrastruktur, skema kerja sama yang tertutup dan besarnya nilai investasi asing menuntut transparansi publik yang lebih luas.
Pemerintah harus memastikan bahwa IKN tidak sekadar menjadi ajang perlombaan profit bagi perusahaan global, melainkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi rakyat Indonesia tanpa beban utang yang tersembunyi.





