Kritik Pendidikan Vokasi: Ambisi Pemerintah Cetak Tenaga Kerja Industri

Siswa sekolah vokasi saat melakukan praktik kerja industri yang diharapkan dapat menjembatani kesenjangan kompetensi tenaga kerja. (Foto: RSS)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian di Jakarta kini tengah gencar memacu pengembangan sekolah vokasi untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja terampil yang siap diserap langsung oleh sektor industri nasional dalam waktu dekat.

Meski dianggap sebagai investasi strategis bagi transformasi industri, program ini kerap dikritik karena masih lebarnya jurang pemisah antara kualitas lulusan dengan standar kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan oleh dunia usaha saat ini.

Keterbatasan infrastruktur pendukung serta lambatnya pemutakhiran kurikulum di banyak daerah berisiko membuat ambisi pemerintah ini hanya sekadar mengejar target kuantitas tanpa memberikan dampak nyata pada daya saing industri global.

Pemerintah dituntut untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik sekolah, melainkan juga memastikan kolaborasi aktif dengan pihak swasta agar lulusan vokasi tidak berakhir menjadi penyumbang angka pengangguran terdidik.