Festival Kethoprak Gunungkidul 2026: Pelestarian Seni atau Sekadar Seremonial?

Bupati Gunungkidul saat membuka Festival Kethoprak 2026 di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul sebagai upaya pelestarian budaya daerah. (Foto: RSS)

GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul secara resmi menyelenggarakan Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul guna melestarikan seni tradisional sekaligus mengedukasi generasi muda agar tidak kehilangan identitas budayanya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, berharap ajang ini menjadi tontonan edukatif yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun, langkah ini memicu catatan kritis mengenai sejauh mana efektivitas festival tahunan dalam menjamin keberlanjutan ekosistem seni kethoprak di tengah gempuran konten digital yang lebih modern.

Tanpa adanya inovasi kemasan dan strategi integrasi ke dalam gaya hidup milenial secara berkelanjutan, festival ini dikhawatirkan hanya menjadi kegiatan seremonial yang minim dampak jangka panjang bagi regenerasi seniman lokal.