Bahaya Militerisme di Sekolah Rakyat: Ribuan Taruna Akmil Bakal ‘Disiplinkan’ Siswa

Ilustrasi taruna Akmil saat melakukan pengabdian masyarakat yang kini menyasar Sekolah Rakyat dengan agenda pendisiplinan. (Foto: RSS)

MAGELANG – Sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II dikerahkan ke 178 titik Sekolah Rakyat pada 3 hingga 8 Agustus 2026 mendatang untuk menjalankan program bimbingan keasramaan yang fokus pada pendisiplinan domestik siswa.

Kebijakan ini memicu gelombang kritik dari para pengamat pendidikan yang menilai bahwa masuknya unsur militer ke lingkungan sekolah berpotensi besar mematikan nalar kritis peserta didik.

Pendidikan seharusnya menjadi ruang untuk membangun kesadaran manusia secara utuh, bukan sekadar tempat untuk melatih baris-berbaris atau menuntut kepatuhan buta layaknya di barak militer.

Pendekatan militeristik tersebut dianggap sama sekali tidak relevan dengan kebutuhan pembelajaran modern yang menuntut kebebasan berpikir dan kreativitas anak dalam menghadapi tantangan zaman.