MANOKWARI – Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menutup gelaran Pesparawi Nasional XIV di Lapangan Borasi, Manokwari, Papua Barat, pada Minggu (28/6/2026) melalui simbolisasi penabuhan alat musik tifa bersama Gubernur Dominggus Mandacan.
Perhelatan tiga tahunan ini diklaim Menteri Agama sebagai simbol kemajemukan dan lambang toleransi beragama yang kuat di Indonesia.
Namun, di balik kemegahan panggung tersebut, publik patut mengkritisi apakah narasi toleransi yang didengungkan hanya sekadar retorika seremonial untuk menutupi riak konflik sektarian yang masih kerap terjadi di akar rumput.
Pemerintah perlu membuktikan bahwa anggaran besar untuk festival keagamaan seperti ini mampu memberikan dampak nyata pada harmoni sosial, bukan sekadar menjadi etalase politik yang jauh dari realitas kehidupan umat beragama sehari-hari.





