BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung tengah berupaya mengakselerasi program modernisasi dan hilirisasi di sektor agraris untuk mendongkrak kesejahteraan petani lokal.
Langkah strategis ini ditegaskan dalam koordinasi pembangunan daerah di Bandar Lampung sebagai upaya optimalisasi potensi wilayah yang selama ini menjadi lumbung pangan nasional.
Namun, ambisi besar ini menuai kritik tajam karena dinilai kontras dengan realitas infrastruktur pedesaan yang masih buruk dan akses pupuk yang sulit.
Program hilirisasi yang dijanjikan pemerintah berisiko hanya menjadi slogan jika tidak dibarengi dengan skema pembiayaan inklusif bagi petani kecil.
Tanpa keberpihakan nyata, pengadaan alat mesin pertanian canggih dikhawatirkan hanya akan menguntungkan korporasi besar dan meminggirkan nasib buruh tani.
Publik kini menanti pembuktian transparansi penyaluran bantuan agar program ini tidak sekadar menjadi seremoni politik menjelang akhir tahun anggaran.





