SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mengambil langkah darurat dengan merelokasi lampu dari Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri Samarinda guna mengejar pemenuhan standar AFC bagi Borneo FC.
Keputusan memindahkan aset ini dilakukan agar Stadion Segiri siap menjadi markas utama dalam kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 serta ajang internasional yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Namun, kebijakan “kanibalisasi” infrastruktur ini mencerminkan manajemen aset yang kurang matang, di mana Stadion Palaran yang megah justru tampak dikorbankan demi menutupi kekurangan fasilitas di lokasi lain.
Langkah tambal sulam ini memicu kritik tajam mengenai komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi dalam merawat fasilitas olahraga secara menyeluruh tanpa harus mengabaikan fungsi satu stadion untuk stadion lainnya.





