JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) resmi menduduki peringkat ke-206 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 sebagai BUMN infrastruktur dengan pertumbuhan laba dan aset paling menonjol di Indonesia.
Pencapaian ini mencerminkan dominasi perusahaan dalam proyek strategis nasional, namun sekaligus mengundang kritik tajam terkait keberlanjutan struktur keuangannya.
Meskipun angka laba terlihat impresif, publik perlu menyoroti sejauh mana pertumbuhan aset tersebut bergantung pada suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang terus mengalir demi menambal defisit proyek penugasan.
Efisiensi operasional dan kemampuan membayar utang jangka panjang harus menjadi prioritas utama agar peringkat internasional ini tidak hanya menjadi pajangan statistik di tengah bayang-bayang liabilitas yang membengkak.





