JAKARTA – Plt. Sekjen MPR RI Siti Fauziah secara resmi mengumumkan perbaikan sistem dan mekanisme penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar untuk tahun 2026 di Jakarta guna meminimalisir perselisihan hasil melalui teknologi serupa Video Assistant Referee (VAR).
Kebijakan mendadak ini memicu kritik tajam mengenai sejauh mana tingkat akurasi serta profesionalisme penilaian manual yang selama ini diterapkan hingga memerlukan intervensi teknologi tambahan.
Adopsi istilah ‘VAR’ dalam ranah kompetisi edukasi kebangsaan terkesan sebagai upaya modernisasi yang dipaksakan jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas serta objektivitas dewan juri secara mendasar.
Publik kini menanti apakah digitalisasi penilaian ini benar-benar mampu menjamin keadilan kompetisi atau sekadar menjadi tren kosmetik birokrasi yang membebani anggaran.




