Pemkot Semarang Perketat Kawasan Silayur: Solusi Permanen atau Sekadar Reaktif?

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang resmi memperketat pengamanan di koridor Jalan Prof. Hamka, kawasan Tanjakan Silayur, mulai pekan ini guna memutus rantai kecelakaan maut yang terus berulang melalui skema penataan lalu lintas jangka panjang.

Langkah ini diambil sebagai respons atas rentetan insiden fatal di jalur tersebut, namun memicu kritik tajam mengenai lambatnya fungsi pengawasan pemerintah yang selama ini terkesan melakukan pembiaran hingga jatuh korban jiwa.

Meskipun otoritas mengklaim kebijakan ini bersifat permanen, efektivitasnya dipertanyakan mengingat penanganan di titik rawan kecelakaan seringkali hanya bersifat reaktif dan hangat-hangat tahi ayam tanpa evaluasi teknis yang mendalam.

Kini Pemkot Semarang ditantang untuk membuktikan bahwa pengetatan ini bukan sekadar seremoni penenang publik, melainkan komitmen nyata dalam membenahi infrastruktur keselamatan yang sudah lama terabaikan.