SAMARINDA – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akhirnya menanggapi tragedi memilukan meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur, yang diduga berkaitan dengan kondisi ekonomi sulit hingga terpaksa memakai sepatu kekecilan baru-baru ini.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi kementerian terkait yang secara terbuka mengakui bahwa mekanisme distribusi bantuan sosial (bansos) hingga saat ini masih belum sepenuhnya tepat sasaran serta menemui banyak kendala teknis di lapangan.
Ketidaksinkronan data kemiskinan ditengarai menjadi lubang besar yang menyebabkan bantuan jaring pengaman sosial gagal menjangkau warga dalam kondisi darurat, sehingga membiarkan rakyat kecil bergulat sendiri dengan kemiskinan ekstrem yang mematikan.
Pemerintah kini didesak untuk segera melakukan perombakan total terhadap sistem birokrasi penyaluran agar nyawa masyarakat tidak lagi menjadi taruhan akibat lambatnya respons negara dalam mendeteksi kemiskinan di daerah.





