ANKARA – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan terpaksa mengganti prosedur penerbangannya akibat munculnya dugaan rencana pembunuhan oleh pihak Iran di tengah pelaksanaan KTT NATO di Ankara baru-baru ini.
Langkah pengamanan ekstra yang mendadak ini langsung memicu kritik pedas dari pejabat senior Turki yang secara terang-terangan menyebut tuduhan tersebut sebagai rekayasa yang sengaja diciptakan oleh pihak Israel.
Otoritas Ankara menilai narasi ancaman tersebut tidak didukung oleh bukti intelijen yang valid di lapangan dan hanya bertujuan untuk memanipulasi opini publik global serta menyudutkan posisi Iran secara diplomatik.
Hingga saat ini, manuver Trump dalam mengubah pesawat kepresidenan dianggap sebagai tindakan berlebihan yang mencerminkan rapuhnya kredibilitas informasi intelijen yang beredar di panggung internasional.



