BANDAR SERI BEGAWAN – Sultan Brunei Hassanal Bolkiah secara mengejutkan mencabut seluruh gelar kerajaan menantunya, Raabidatul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, melalui dekret resmi di Bandar Seri Begawan pada pekan lalu.
Keputusan mendadak ini memicu spekulasi luas sekaligus kritik tajam terhadap transparansi pengelolaan internal keluarga kerajaan Brunei yang selama ini dikenal sangat tertutup dari jangkauan publik.
Hingga saat ini, pihak istana belum memberikan penjelasan logis mengenai alasan di balik pencabutan status istri Pangeran Muda Abdul Malik tersebut, yang memperlihatkan dominasi kekuasaan absolut Sultan dalam mengatur hierarki tanpa akuntabilitas yang jelas.
Langkah sepihak ini kian mempertegas dinamika politik istana yang rentan terhadap perubahan posisi secara tiba-tiba, meninggalkan banyak pertanyaan bagi masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kokoh istana Nurul Iman.



