JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember baru-baru ini meluncurkan program Homecare di Kecamatan Jelbuk guna mengatasi hambatan akses layanan kesehatan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah terpencil.
Kebijakan jemput bola ini dilakukan dengan mengirimkan tenaga kesehatan secara langsung ke rumah warga, terutama bagi kelompok rentan yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan formal akibat kendala geografis.
Namun, langkah reaktif ini justru semakin mempertegas adanya ketimpangan distribusi infrastruktur kesehatan yang belum merata, memaksa tenaga medis bekerja ekstra di luar sistem fasilitas yang ada.
Publik kini mempertanyakan apakah program Homecare ini akan menjadi solusi berkelanjutan atau sekadar penutup lubang atas rapuhnya pelayanan kesehatan publik di tingkat kecamatan yang belum mampu mandiri.





