Kritik Pergeseran Nilai HUT RI: Antara Tradisi Kolonial dan Eksklusivitas Elit

Potret suasana upacara peringatan HUT RI di Istana Merdeka yang kini mendapat kritik karena dianggap semakin eksklusif dan elitis. (Foto: RSS)

JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) di Istana Merdeka Jakarta selama 81 tahun perjalanan sejarahnya kini menuai sorotan tajam karena dinilai semakin menjauh dari semangat kerakyatan akibat munculnya dugaan praktik jual beli tiket serta kentalnya sentimen elitis.

Sejarah mencatat bahwa setiap era kepemimpinan membawa karakteristik berbeda dalam merayakan kemerdekaan, namun belakangan muncul kekhawatiran mengenai kembalinya sekat-sekat sosial yang menyerupai segregasi zaman kolonial Belanda.

Transformasi upacara yang seharusnya menjadi pesta rakyat kini dituding telah bergeser menjadi sekadar ajang pamer kekuasaan dengan akses yang sangat terbatas bagi masyarakat umum.

Publik pun mulai mempertanyakan apakah tradisi seremonial yang dipertahankan saat ini masih relevan dengan cita-cita proklamasi atau justru terjebak dalam romantisme kemegahan gaya gubernur jenderal masa lalu yang memisahkan penguasa dari rakyatnya.

Tanya Disini?
Mr. Fact AI
×
Halo Sahabat! 👋 Mau tau info berita apa hari ini?

💡 Pilih kategori atau tanya langsung soal berita yang lagi viral. Saya akan jelaskan singkat!