MEKKAH – Di tengah memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani pakta pertahanan bersama di Mekkah guna memperkuat sistem keamanan kolektif pada pekan ini.
Langkah ambisius ini memicu kritik tajam dari para analis geopolitik yang menilai aliansi tersebut lebih bersifat simbolis dan rawan tumpang tindih dengan kepentingan nasional masing-masing negara.
Ketidakpastian efektivitas pakta ini semakin menguat mengingat Pakistan tengah bergelut dengan krisis domestik, sementara Turki dan Arab Saudi seringkali memiliki visi politik luar negeri yang saling bertolak belakang di masa lalu.
Alih-alih menjadi solusi perdamaian yang konkret, koalisi militer baru ini dikhawatirkan justru akan memicu perlombaan senjata yang lebih agresif serta memperdalam polarisasi kekuatan di kawasan yang sudah sangat rapuh.



