SAN FRANCISCO – OpenAI secara resmi menyisipkan iklan dalam layanan chatbot ChatGPT di lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia, sebuah langkah kontroversial yang memicu kritik luas karena turut menyasar para pengguna berbayar pada pekan ini.
Kebijakan ini menandai pergeseran drastis OpenAI dari platform inovasi murni menjadi mesin profit yang agresif, di mana privasi data pengguna kini berisiko dikomersialisasi demi keuntungan iklan.
Kehadiran iklan pada akun berlangganan ChatGPT Plus dianggap sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan konsumen yang sebelumnya rela membayar mahal demi pengalaman eksklusif tanpa gangguan.
Keputusan ini mencerminkan dominasi korporat yang mulai mengabaikan kenyamanan pengguna, sekaligus menetapkan standar buruk bagi masa depan etika dalam ekosistem kecerdasan buatan global.





