PALM BEACH – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pujian setinggi langit dengan menyebut pertemuannya dengan Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida pada Jumat sebagai salah satu pembicaraan terbaik yang pernah ada demi menambal keretakan hubungan diplomatik mereka yang sempat memanas.
Langkah ini dinilai sebagai upaya pragmatis Netanyahu untuk kembali menjilat demi mengamankan dukungan politik dari calon Presiden AS tersebut setelah hubungan keduanya mendingin pasca kekalahan Trump di Pemilu 2020.
Di tengah tekanan internasional atas krisis kemanusiaan di Gaza, Netanyahu seolah hanya peduli pada kelangsungan kekuasaannya dengan membangun narasi keakraban yang terkesan oportunistik di depan media.
Manuver diplomatik ini semakin menunjukkan betapa kebijakan luar negeri Israel sangat bergantung pada dinamika politik personal di Amerika Serikat daripada komitmen perdamaian yang nyata di Timur Tengah.


