TEL AVIV – Partai Likud yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu kontroversi dengan memasang baliho raksasa di Tel Aviv menjelang pemilu guna memprovokasi pemilih melalui tampilan wajah empat tokoh yang dicap sebagai musuh negara.
Langkah provokatif ini dinilai banyak pihak sebagai taktik politik kotor yang sengaja memanfaatkan rasa takut masyarakat demi mendulang suara di tengah anjloknya popularitas rezim Netanyahu.
Poster tersebut menuai kritik tajam karena dianggap hanya memperuncing polarisasi sosial dan sengaja mengalihkan isu-isu domestik yang lebih mendesak melalui penyebaran propaganda kebencian terhadap pihak luar.
Strategi visual ini dipandang bukan sekadar alat kampanye biasa, melainkan bentuk keputusasaan untuk mempertahankan kekuasaan dengan cara mendiskreditkan lawan melalui narasi ancaman eksternal yang terus menerus diproduksi.



