TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat langkah mitigasi guna mengantisipasi ancaman musim kemarau panjang yang diprediksi melanda wilayah tersebut pada periode Mei hingga Oktober 2026 dalam Rapat Koordinasi di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Pertemuan yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI ini harus menjadi sinyal merah bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah konkret sebelum krisis kekeringan lahan merusak produktivitas pangan secara masif.
Sikap siaga ini menjadi sorotan kritis karena tantangan cuaca ekstrem tahun 2026 diperkirakan akan jauh lebih panas dan mematikan bagi sektor pertanian dibandingkan periode sebelumnya.
Publik kini menanti apakah strategi mitigasi ini akan benar-benar efektif di lapangan atau hanya berakhir sebagai seremoni birokrasi di tengah ancaman bencana iklim yang sudah di depan mata.





