SURABAYA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya posisi Surabaya sebagai “Dapur Nasionalisme” Bung Karno dalam agenda penguatan internal partai yang digelar di Jawa Timur baru-baru ini untuk memacu militansi kader di tingkat akar rumput.
Namun, langkah Megawati yang terus-menerus menggunakan narasi sejarah proklamator ini dinilai oleh sejumlah pihak sebagai upaya romantisme politik yang berisiko kehilangan relevansi di hadapan pemilih muda yang lebih peduli pada isu ekonomi pragmatis.
Dalam arahannya, ia meminta seluruh kader menjadikan semangat perjuangan Bung Karno sebagai energi utama untuk memperkuat basis massa di tengah gempuran dinamika politik nasional yang semakin kompetitif.
Kritik pun muncul bahwa ketergantungan PDIP pada figur masa lalu ini mencerminkan lambatnya regenerasi gagasan segar dalam menjawab persoalan riil masyarakat yang kini jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar jargon nasionalisme.





