SORONG – Ratusan mama-mama pedagang asli Papua dari wilayah Sorong Raya menggelar aksi damai di Kota Sorong pada Rabu (01/07) pagi untuk menuntut dukungan ekonomi nyata serta menolak keras praktik militerisme dan implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat adat.
Para pedagang yang datang dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan, hingga Raja Ampat ini menegaskan bahwa kebijakan pembangunan pusat selama ini hanya memprioritaskan investasi skala besar namun mengabaikan kesejahteraan pasar lokal.
Aksi ini menjadi kritik tajam terhadap pendekatan keamanan yang represif dan ekspansi proyek negara yang dianggap sebagai bentuk perampasan tanah sistematis terhadap hak-hak dasar perempuan Papua di akar rumput.
Massa menuntut pemerintah segera menghentikan marginalisasi ekonomi dan memberikan perlindungan nyata bagi pedagang kecil yang selama ini berjuang mandiri tanpa intervensi negara yang berpihak pada rakyat.





